Jodoh itu, seperti aku dan IPB (Part 2)

Setelah kejadian penolakan itu, aku lalu mendaftar SNMPTN tulis, dimana saat itu merupakan batas akhir pendaftaran. Dengan hati yang masih tidak rela aku menuju sebuah bank bersama temanku untuk membayar biaya pendaftarannya. Di kesempatan ini aku memilih Universitas Negeri Semarang dengan program IPC, dan pilihan jurusan yang diambil yaitu Bahasa Inggris, Komputer, dan satu lagi saya lupa. Hehe. Sebenarnya kalau dibolehkan ingin rasanya aku memilih Institut Pertanian Bogor lagi, tapi apalah daya ini, orangtua tidak membolehkanku memlihnya lagi dengan alasan takut jika hasilnya akan membuatku kecewa untuk kedua kalinya.
Dan saat ujian SNMPTN pun tiba. Aku ditempatkan di SMA Negeri 3 Semarang. Beruntung sekolah itu dekat dengan rumah keluargaku di Semarang, dan ada sepupuku yang saat itu bersekolah disana, jadi aku tidak begitu kesulitan ketika mencari ruangan disana. Ketika mengerjakan soal aku sebuburnya eh sejujurnya tidak mengerjakannya dengan sungguh-sungguh karena dari awal memang sudah tidak tertarik dengan Universitas tersebut hehe−maafkan aku bu, pak, sudah menyia-nyiakan kesempatan yang telah kalian beri−. Alasanku tidak mau kuliah di Semarang selain karena aku kurang tertarik dan belum ada feel disana juga karena aku ingin mencoba hal yang baru dengan kuliah jauh dari orangtua, apalagi saat itu aku masih seorang remaja labil yang tentu saja ketika itu adalah masa-masanya aku memiliki banyak konflik dengan orangtua. Oh ya saat ujian itu aku menginap di rumah nenekku dengan ditemani seorang sepupuku, itu adalah pertama kalinya aku jauh dari orangtua, sebelumnya aku memang tidak pernah lepas dari orangtua karena sifatku yang mungkin agak sedikit manja−ingat hanya sedikit. Tetapi meski sedikit itu hingga saat ini bahkan aku tidak bisa mengendarai sepeda motor, haha dijaman semaju dan semodern ini? Sayangnya iya -_- jadi ketika aku ada keperluan untuk pergi keluar, kalau tidak naik bus umum ya aku minta ayahku untuk mengantarkanku−miris memang.
Dan saat hari pengumuman SNMPTN tulis pun tiba! Saat itu aku dan keluargaku sedang berada di Semarang dalam acara liburan. Aku tidak ada perasaan deg-degan seperti saat menunggu hasil SNMPTN undangan. Bahkan aku tidak berniat untuk melihat hasilnya tersebut. Benar-benar pasrah, jika berhasil ya sudah, mungkin memang Unnes yang terbaik untukku, tapi jika gagal ya Alhamdulillah mungkin masih ada jalan menuju IPB. Tapi aku akhirnya tetap melihatnya dan ternyata hasilnya Alhamdulillah tidak keterima, bingunglah aku bagaimana cara bilangnya ke orangtua, karena takut akan membuat mereka kecewa. Dan pada akhirnya Ibukulah yang mengingatkanku untuk mengeceknya di internet, tetapi dengan berdalih tidak ada modem jadi ibuku menyuruh Omku untuk melihatkan hasilnya, dan… jeng-jeng Om ku mengirimkan sms kepadaku yang isinya kurang lebih “Salma tidak diterima, tetap semangat ya” tidak aku balas. Karena pada dasarnya aku sudah tahu hasilnya dan aku tidak berharap diterima *ampuni aku.
Oh ya pada saat perjalanan mengantarkanku ke Semarang untuk tes SNMPTN bapakku pernah bilang mengenai info UTM (Ujian Talenta Mandiri) IPB, dan karena itu aku menjadi bersemangat lagi untuk bisa masuk ke IPB, sehingga untuk mengantisipasi penolakan SNMPTN tulis aku sudah mendaftar UTM tersebut, dengan berbekal info-info UTM dari website resmi IPB.
Malam sebelum keberangkatan ke Bogor untuk UTM ada sedikit tumpahan airmataku di rumah, karena bapakku ternyata pada hari H ada acara sehingga tidak bisa mengantarkanku. Bingunglah aku, mau diantar siapa? Bapakku lalu menghubungi Om-Omku, namun mereka juga ternyata tidak bisa mengantar, semakin bingunglah diri ini, dan semakin deraslah airmata yang keluar. Minta diantar ibuku? Sudah tentu bapakku tidak akan mengizinkan karena tidak ada laki-laki yang menemani. Akhirnya entah bagimana caranya bapakku bisa nego sehingga acaranya yang bertepatan dengan UTMku bisa diundur untuk beberapa hari ke depan −sebegitu besar pengorbanan bapakku :” – dan aku bisa diantar oleh beliau dengan ditemani oleh adikku yang saat itu masih kelas 3 SD. Nah saat perjalanan ke Bogor ada cerita unik, karena bapakku hanya memesan 2 jok kursi, karena kami pikir busnya akan senyaman seperti bus yang biasa kami tumpangi ke Semarang, yang cukup untuk 3 orang−karena aku dan adikku kecil. Ternyata dugaan salah besar. Jok kursinya tidak selebar bus yang biasa kami tumpangi, dan alhasil kami bertiga harus menahan nafas karena kesempitan *bayangin aje 2 jok kursi kecil dipake bertiga -_-
Sesampainya di Bogor berkat bantuan kakak kelas dan OMDA IMAPEKA (Organisasi Mahasiswa Daerah Ikatan Mahasiswa Pekalongan Batang) kami mendapatkan penginapan di sebuah kostan putri di daerah Balebak, yang cukup jauh dari kampus, karena penginapan dalam kampus saat itu sudah penuh. Dannn aku mendapatkan zonk lagi, karena ternyata Bogor tidak sedingin yang kuharapkan, bahkan bisa dibilang panas dengan banyaknya polusi dari angkot yang menghujani kota Bogor. Dan entah mengapa hatiku begitu mudah terbolak-balik saat itu, karena begitu sampai di Bogor aku justru ingin pulang! Tidak ingin kuliah disana karena ternyata jauh dari orang tua itu tidak enak, rumah adalah tempat ternyaman. Apalagi harus menempuh perjalanan selama kurang lebih 9 jam, otomatis aku tidak akan bisa sering pulang, karena tadinya aku pikir aku pasti bisa pulang sekurang-kurangnya sebulan sekali. Tapi tentu saja aku tidak mungkin berani bilang ke orangtuaku karena pasti akan membuat mereka kecewa.
Selesai tes, sorenya aku langsung pulang karena ayahku masih ada acara. Belajar dari pengalaman, ayakhu juga memesan 3 kursi agar bisa bernafas lega. Dan semoga hasil IPB nanti juga adalah yang terbaik dari Allah, entah itu diterima atau tidak sehingga aku bisa bernafas lega pula 
To be continued ^^

Advertisements

3 thoughts on “Jodoh itu, seperti aku dan IPB (Part 2)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s