CHILDHOOD

Menurutku masa kecil adalah masa-masa yang sangat menyenangkan. Tentu saja, karena saat itu kita belum disibukkan dengan tugas makalah, paper, ataupun skripsi yang membuat pusing tujuh keliling kan? Haha. Masa kecil. Rasanya menyedihkan melihat anak-anak di masa sekarang. Seolah kehidupan mereka dibatasi oleh segala hal berbentuk kotak. Mulai dari gadget canggih yang menawarkan berbagai games yang katanya dapat memberi hiburan, sampai bangunan berbentuk kotak yang sering kita sebut sekolah. Dulu saat aku usia SD, sekolah adalah tempat yang menarik karena disana aku dapat bertemu dengan teman-temanku dan dapat bermain sepuasnya. Tapi sekarang, sepertinya sekolah adalah momok menakutkan bagi anak-anak karena di sekolah mereka dipaksa untuk bisa menguasai seluruh pelajaran yang ada. Padahal kan, keahlian anak berbeda-beda bukan? Ada yang jago kesenian, ada yang jago matematika, ada yang jago menulis, dan sebagainya. Kenapa sekolah tidak mengasah keahlian anak saja? Sekolah justru fokus pada kekurangan anak dan berusaha mengasahnya agar bisa. Bukankah ini sama saja dengan mengajari ikan untuk memanjat pohon? Bahkan ada beberapa kasus anak SD yang diberikan berbagai macam les oleh orang tuanya untuk mengejar ketertinggalan. Tentu saja hal itu tidak salah, aku tidak pernah berkata itu salah, hanya saja aku merasa kasihan karena terkadang mereka langsung les sepulang sekolah hingga sore, bahkan ketika malam pun sang anak masih diharuskan untuk belajar dan mengerjakan tugas sekolah. Sampai di saat libur pun mereka masih tetap harus berangkat les. Sekali lagi, aku tidak akan menyalahkan orang tua yang memberikan berbagai macam kegiatan pada anaknya, selama hal itu bermanfaat kenapa tidak kan? Tapi pernahkah orang tua tersebut bertanya pada anaknya tentang perasaannya dalam kegiatan yang super padat itu? Bisa jadi sang anak merasa jenuh, bisa jadi sang anak merasa minder karena tidak bisa bermain seperti temannya yang lain, atau bisa jadi sang anak mau mengikuti kegiatan yang super padat itu hanya karena takut oleh amarah orang tua. Percayalah, setiap anak memiliki keunikan dan keahliannya masing-masing. Prestasi yang dimiliki anak tentunya sangat membanggakan, tetapi percaya lah anak yang berperangai baik meski tidak memiliki prestasi lebih membanggakan daripada apapun itu. πŸ™‚

Advertisements

6 thoughts on “CHILDHOOD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s