Aksi 4 November

Atau juga disebut dengan aksi bela Islam_  Sudah bukan rahasia lagi, beberapa saat yang lalu salah seorang petinggi ibu kota (yang mungkin tanpa sadar) telah melecehkan Al-Qur’an dan Islam, dalam salah satu pidatonya beliau melecehkan kandungan arti  Q.S Al-Maidah:51 (Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang yahudi dan nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang dzalim). Beliau mengungkapkan bahwa umat islam jangan mau dibohongi oleh Al-Qur’an karena tidak boleh mengangkat kalangan pemimpin dari non islam. Na’udzubillah, secara langsung beliau menyatakan bahwa Al-Qur’an yang sudah dijamin kebenarannya oleh Allah berisikan hal bohong semata, na’udzubillah.

Umat islam yang mendengar ini sudah sepatutnya dan sewajarnya untuk marah, bagaimana tidak, Al-Qur’an sebagai pedoman utama sudah dihina sedemikian rupa. Ingatlah pula bahwa tingkatan cinta kita yang pertama adalah cinta pada Allah (hubbullah). Bukankah ketika diri kita, orang tua kita, atau sanak keluarga kita dihina kita juga akan marah?, maka jika agama Allah sudah dihina, umat islam wajib bersatu untuk membelanya bukan?

Namun diluar kasus penghinaan tersebut, kita juga patut bersyukur karena Allah memberikan ujian ini ditengah-tengah umat islam Indonesia, karena lihatlah, seluruh kaum muslim dari beragam pelosok di Indonesia rela berkumpul menjadi satu di ibu kota demi membela agama dan kitab-Nya pada tanggal 4 November, demi mendapatkan jawaban terbaik dari pemimpin negeri atas kasus penistaan agama ini. Memang beginilah seharusnya umat islam bukan? bersatu, tidak perlu saling mencela satu sama lain karena adanya perbedaan. Bukankah indah jika kita hidup saling berdampingan tanpa perlu merasa siapa yang paling benar… ?

“Berangkatlah kalian dengan harta dan jiwa kalian dalam kondisi sempit maupun lapang.. jangan hanya berpangku tangan.. ada yang bisa berangkat dengan harta dan jiwanya.. ada yang bisa dengan hartanya saja.. ada yang hanya bisa jiwanya saja.. ada yang hanya bisa berdoa’a saja.. pilih salah satu jangan tidak sama sekali!” ya, jika memang pada 4 November terkendala untuk hadir langsung di ibukota, maka kita dapat berkontribusi dengan cara yang lainnya, tetapi tetap hadirkan hati kita disana untuk berjuang bersama saudara muslim lainnya. Yang perlu diperhatikan adalah pastikan niat dan tujuan, jangan sampai ikut aksi hanya karena ikut-ikutan teman dan trend yang ada, tapi pastikan niat kita hanya untuk Allah semata, untuk membela kalam-Nya dan agama-Nya. Wallahu a’lam bishowab.

Takbir! ALLAHU AKBAR!!!

Bogor, 3 November 2016

SNSalma

Advertisements

4 thoughts on “Aksi 4 November

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s