Mars dan Venus (2)

Hai. Aku makhluk venus yang seringkali menggunakan perasaan. Dan kau. Makhluk mars yang seringkali menggunakan logika pikiran. Kau tahu tidak, terkadang aku iri denganmu karena tidak pernah bergelut dengan perasaan yang seringkali melelahkan. Namun, terkadang akupun lelah denganmu yang terlalu penuh perhitungan.

Hai. Aku makhluk venus yang seringkali terbawa perasaan ketika berhadapan denganmu yang seringkali tak memperhatikan perasaan.

Aku rasa kau tak tahu, kalau perhatianmu terkadang mengundang penasaran, apa yang kau rasakan wahai makhluk dengan logika pikiran? Karena aku tahu kau juga punya perasaan walau jarang kau gunakan. Ingin kutegaskan, jangan kau beri perhatian jika kau tak ingin keseriusan. Kau tahu, rasa ini sulit sekali kukendalikan. Jangan kau permainkan perasaan dengan alibi mencari kebenaran, atau, jangan-jangan akulah yang bermain perasaan dengan alibi mencari kebenaran? Ah kau tahu tidak, ini sungguh sangat membingungkan. Namun lagi-lagi urung kusampaikan karena takut kalau aku hanya terbawa perasaan, sedang kau hanya ingin mempermainkan. Hai makhluk mars, bodohnya aku yang selalu menunggu dalam ketidakpastian dan keraguan. Bukankah harusnya aku melepaskan? Hingga jawaban terbaik yang kan datang.

Ah ya, aku makhluk venus dan kau makhluk mars. Wajar kita memiliki banyak perbedaan. Tapi ada yang berkata, perbedaan justru untuk saling melengkapi satu sama lain kan? Maka, jangan gunakan standarmu saja sebagai patokan.

Advertisements

3 thoughts on “Mars dan Venus (2)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s