MARS DAN VENUS (3)

Hey makhluk mars, nampaknya sudah lama ya kita tak bersua. Lama bagiku mungkin beda denganmu, karena terkadang rindu sudah terhimpun pada saat bertemu. Atau sebaiknya kita meniadakan temu? agar rindu itu tak lagi hinggap padaku?

Asal kau tahu, pertemuanku denganmu kala itu nampaknya membuatku menjadi pemburu waktu terbaik untuk berdoa. Ketika hujan misalnya, ah Tuhan maha romantis ya mencipta adanya hujan dan merahmati waktu turunnya hujan, romantis. Hey kamu.. apakah makhluk mars juga suka hujan layaknya makhluk venus? karena aku sukaaa sekali gemericik dan aroma kala hujan. Oh ya, selain hujan juga ketika sepertiga malam, lagi-lagi Tuhan maha romantis, heningnya malam seakan membuatku merasa jarak antara aku dan Tuhan begitu dekat, heningnya malam membuatku merasa kalau Tuhan pasti akan menjawab semua pinta, heningnya malam membuatku sadar betapa kerdilnya kita di hadapan Tuhan.. dan banyak lagi tentunya waktu yang aku buru, ketika safar dan pertengahan adzan dan iqomah, misalnya.

Hey makluk mars, tapi aku merasa bodoh karena masih saja tersebut namamu dalam pintaku, seperti aku tidak percaya saja kalau segala yang akan terjadi sudah terekam dengan baik dalam kalamNya ya haha. Tapi.. karena aku (dan kamu tentunya) masih belum tahu kebenaranNya, bolehkah aku masih menyebut namamu?

Tapi tunggu dulu, aku bukannya memaksa supaya aku dan kamu menjadi titik temu, aku tak ingin memaksa Tuhan, aku takut jikalau paksaanku ternyata bukan pinta yang terbaik menurutNya. walau nampaknya aku masih saja naif karena hingga kini dalam semogaku, kuharap terbaikku berbanding lurus positif dengan terbaikNya. Jadi.. aku masih boleh kan untuk meminta jika ternyata kau dan aku dapat menyelaraskan kebaikan maka kelak kita akan ditakdirkan untuk bertemu? hingga jarak dapat menjadi satu. Hahaha lucu bukan, tapi aku berharap Tuhan tak menertawakan pintaku. Dan kau, kuharap kau tak ikut tertawa dan menganggapku lemah karena masih saja tersebut namamu.

Walau terkadang aku sempat ragu, bagaimana bisa mars dan venus bertemu, terlebih dengan banyaknya beda sifatmu dan sifatku. Maka dalam semogaku, aku ingin kau dapat membaikkanku dan aku dapat membaikkanmu, maka dalam semogaku di firdausnya kelak kita kan kembali bertemu.

Jika tidak? aku percaya, aku percaya, Tuhan maha pengatur yang terbaik untuk hambaNya. Aku hanya harus menyiapkan lebih luas ruang ikhlasku, aku hanya harus merapihkan kembali ruang sabarku. Aku berharap hanya akan ada air mata bahagia nantinya, bahagia dengan segala ketetapanNya, apapun nanti jadinya. Bukankah, Tuhan maha membolak-balikkan hati hambaNya? namun dalam semogaku, kuharap hatiku (dan hatimu) tetap terpaut dalam agama dan taat-Nya.

Advertisements

13 thoughts on “MARS DAN VENUS (3)

  1. “Jadi.. aku masih boleh kan untuk meminta jika ternyata kau dan aku dapat menyelaraskan kebaikan…” Boleeehhh boleh bgt. mau ketemu aku kan? hahahahaa❤❤❤❤❤❤❤❤

  2. MasyaaAllah, proud to be part of you lah (sejak kapan jadi bagian dr kamu? hahaaa biarin).. keren banget bisa nulis kaya di atas, ‘present what i feel tapi secara tersirat’ you’re so cool.. dan ga semua orang bisa menuliskan apa yang dia rasa ke dalam sebuah tulisan seperti itu..

  3. “Aku hanya harus menyiapkan lebih luas ruang ikhlasku, aku hanya harus merapihkan kembali ruang sabarku”
    one of quote that i like..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s